Teknik Foto, Untuk Traveler Pemula

Teknik Foto, Untuk Traveler Pemula

Kalau semisal kalian ditanya hal apa yang tidak bisa terlupa dari traveling? Yups, hasil jepretan yang akan kalian share ke teman kalian. Media seperti Instagram, Twitter, Path, dan yang lainnya mungkin yang akan kalian gunakan untuk menyimpan foto agar nantinya bisa kalian buka kembali untuk mengenang masa petualangan kalian. Semakin kesini teknik dalam pemotretan pun diperhatikan dengan sangat detail, mulai dari komposisi warna hingga angle yang pas.

Disini kami vuvuwawa akan memberi sedikit ilmu tentang fotografi, karena menurut kami fotografi merupakan bagian yang viral dari perjalanan teman-teman. Bukan hal sulit kalau teman-teman mau belajar fotografi karena pada dasarnya yang harus kalian kuasai adalah ISO, Aperture, dan Shutter Speed atau biasa kami sebut dengan segitiga dasar. Ketiga hal tadi saling berhubungan untuk urusan fotografi, nah mari kita simak sedikit tentang hal ini.

 

       1. Segitiga dasar

ISO merupakan tingkat sensitivitas kamera terhadap cahaya, jadi dengan kata lain ketika kita atur ISO kita semakin kecil maka kamera tidak terlalu sensitif terhadap cahaya. Semisal kita berada pada ruang terbuka pastikan setting ISO pada angka yang kecil biasanya 100 – 400 jika lebih biasanya akan membuat gambar yang tampak hanya warna putih karena terlalu sensitif terhadap cahaya. Aperture dan shutter speed bisa kita ibaratkan kerja mata kita shutter merupakan kelopak mata dan aperture merupakan pupil. Jadi shutter dengan kata lain adalah kecepatan gambar diambil dan aperture merupakan lebar pupil kita terbuka, disini kami tidak akan membahasnya terlalu jauh karena bukan fokus kita untuk hal ini. Kalian bisa searching dimana saja soal ini karena banyak blog yang sudah membahas.

        2. Lucky for Lens

Kalau kami pikir pemilihan akan lensa tersendiri merupakan keberuntungan kita, memang bagi fotografi profesional tidak akan menemui kesulitan karena pasti mereka punya banyak sekali jenis lensa tapi bagi pemula seperti saya akan sangat sulit dengan lensa bawaan atau lensa kit walaupun hasilnya juga tidak terlalu buruk, terkadang kita akan merelakan untuk meminjam ke salah satu penyedia lensa kamera, disini kami katan lucky karena benar kita harus tepat memilih lensa, komposisi apa yang akan kita butuhkan, kita butuh jenis lensa yang super zoom untuk hasil gambar bidikan yang sangat jauh, butuh lensa fix untuk hasil gambar yang detail untuk fokus lensa dan warna, banyak sekali  pilihan. Mungkin akan kami bahas dilain hari masalah pemilihan lensa ini.

        3. Unique

Terkadang banyak sekali cara seorang traveler untuk mendapatkan gambar yang sangat menarik contohnya saja adalah Sam Kolder, siapa yang tidak kenal sinematografer satu ini, bermodalkan senter khusus sam mencoba mengambil gambar dengan teknik lighting yang mengarah pada air terjun dan hal ini akan terlihat sangat spektakuler dengan kesan seperti air yang sedang memberi pertunjukan. Ada traveler yang menggunakan cara sangat ekstrim tetapi kami tidak menyarankan seperti mendekati jurang yang agak curam untuk mendapatkan hasil yang tergolong unik. Ada yang gunakan fish eye di tepian sungai, dan hasilnya juga tidak kalah spektakuler dengan gambar seperti pandangan dari mata seekor katak.

        4. Tripod

Kenapa tripod? Banyak sekali orang yang menyepelekan penggunaan tripod, padahal penggunaan tripod banyak sekali macamnya seperti ketika kalian akan cari angle diatas pohon tidak mungkin kalian menggunakan tripod segitiga dan yang lainnya.  Tidak hanya itu tripod juga akan membuat ribet perjalanan anda ketika packing barang, kenapa begitu? Banyak produsen tripod memproduksi tripod dengan tidak ringkas. Disini kami menyarankan kalian memilih tripod yang benar.

Mungkin itu yang bisa kami sedikit share tentang teknik fotografi ala vuvuwawa hehe

( pic from freepik.com )

Bang Toms

Feel good for blogging, travelling, and camera.

This Post Has 2 Comments

  1. Oya bang, nambahin sedikit ne dari saya fg abal abal. Untuk pemilihan lensa kalau untuk pemula cukup lensa kit dulu bang, karena dapat di zoom dan juga memiliki aperture max rata rata 3.5 (lensa bawaan kamera medium level). Dan lensa kit ini akan mempermudah pemula bermain manual dan framing, apabila focusnya meleset sedikit masih cukup aman. Setelah itu baru naik ke lensa tele, prime lens atau biasa disebut lensa fix, dan juga lensa wide. Dan juga seorang harus mengabaikan shuttercount nya, lalu membawa kamera keluar ran terus berlatih.

    1. makasih atas ilmunya bang 😊

Tinggalkan Balasan

Close Menu