Lawu via Candi Cetho, Si “Nature-Mystic Route”
Pintu masuk pendakian Gunung Lawu via Candhi Cetho

Lawu via Candi Cetho, Si “Nature-Mystic Route”

Hi guys!

Berbicara tentang Gunung Lawu, gunung ini memang sudah tidak asing lagi di telinga kalangan pendaki. Gunung ini termasuk dalam 7 summits of Java yang rasanya wajib ditaklukan oleh para pendaki. Gunung yang memiliki ketinggian 3.265 dpl ini terletak di antara 3 kabupaten dan 2 provinsi, yaitu Kab. Karanganyar (Jawa Tengah), Kab. Ngawi (Jawa Timur), dan Kab. Magetan (Jawa Timur). Ada 4 jalur pendakian yang bisa dilalui untuk menuju puncak Lawu, yaitu via Cemoro Sewu (Karanganyar), Cemoro Kandang (Karanganyar), Candi Cetho (Karanganyar), dan Jogorogo (Ngawi).

Kali ini, kita akan membahas pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho (Karanganyar),

Secara umum keunggulan pos ini adalah vegetasinya yang masih alami, walaupun jarak tempuh trek relatif lebih panjang dibanding jalur lainnya. Namun, jalur Candi Cetho ini tidak terlalu curam. Jarak jalur yang ditempuh sekitar 15 km sampai ke puncak. Estimasi pendakian sampai Gupak Menjangan adalah 10 jam. Selanjutnya sampai ke puncak 2 jam. Itu apabila ditempuh dengan santai. Jadi total 9 jam pendakian (tanpa istirahat), kalau dihitung dengan istirahat kira-kira sampai 12 jam. Total yang dilewati ada 6 pos (sebelum pertemuan dengan jalur lainnya).

Base camp

Untuk menuju basecamp, dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi, motor, atau kendaraan roda empat. Apabila hendak menggunakan angkutan umum, hanya bisa sampai terminal Karangpandan. Setelah itu bisa menggunakan ojek ke lokasi.

Lokasi basecamp ada di peta di bawah ini:

Lokasi base camp berada di dekat kawasan wisata candi Ceto. Base camp berupa rumah warga yang disulap sedemikian rupa menjadi base camp. Ada banyak base camp yang berdiri di sana. Biaya penitipan motor di base camp adalah Rp10.000. Untuk kamu yang kelaparan sebelum mendaki, tenang saja, disana banyak yang berjualan makanan. Sedangkan buat kamu yang barang keperluan mendakinya ada yang tertinggal, tidak perlu khawatir, karena disana juga ada yang menjualnya.

Base Camp Lawu via Candi Cetho

Dari base camp ke gerbang pendakian

Untuk menuju ke gerbang pendakian, kita harus naik tangga sepanjang 100 m, melewati samping Candi Ceto. Di area pintu gerbang itu kita harus membayar retribusi tiket seharga Rp15.000.

Pintu masuk pendakian Gunung Lawu via Candhi Cetho

Dari gerbang pendakian ke pos 1

Setelah berjalan beberapa waktu melewati gerbang, kita akan melewati sungai kecil yang cukup mudah dilewati. Lalu kita akan bertemu dengan sebuah candi yang bernama Candi Kethek. Setelah itu, trek agak menanjak secara konstan, tidak ada bonus. Medan jalannya berupa tanah alami. Lama perjalanannya sekitar 1 jam. Di kiri dan kanan kita disuguhi oleh rimbunnya hutan tropis khas pegunungan.

Penanda jalan menuju Candi Kethek

Pos 1 Mbah Branti

Area di pos ini tidak terlalu luas, area tertutup pohon. Ada sebuah gubuk dan didalamnya terdapat sebuah pipa air bocor yang dapat dimanfaatkan. Tidak disarankan mendirikan tenda disini, karena area tidak terlalu luas.

Pos 1: Mbah Branti

Pos 1 – Pos 2

Estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam. Hampir sama dengan medan ke pos 1. Perbedaannya, trek yang dilewati sedikit berundak. Belum ada perubahan jenis vegetasi dari sebelumya.

Pos 2 Brakseng

Area cukup luas, bisa untuk mendirikan tenda di situ, kira kira cukup untuk 3 tenda. Tetapi disarankan tidak camp di pos ini karena area tersebut cukup rawan. Rawan dengan kejadian mistis, karena disitu terdapat pohon yang dikeramatkan masyarakat setempat. Di pos ini juga terdapat shelter ukuran kira-kira 2×3 m, seperti pos-pos lainnya.

Pos 2: Brak Seng

Pos 2 – Pos 3

Waktu tempuh dari pos 2 ke pos 3 sekitar 1 jam. Trek berupa tanah berundak-undak yang menanjak terus, jadi jangan berharap ada bonus di sini. Jalurnya cukup licin, jadi harus berhati-hati. Vegetasinya masih sama, tetapi lebih lebat dari sebelumnya. Jika sudah dekat dengan pos 3, kamu akan menemukan sumber air dari pipa air yang bocor. Sumber air itu banyak dimanfaatkan oleh pendaki untuk mengisi botol minum yang sudah kosong.

Pos 3 Cemoro Dowo

Di pos ini area cukup luas. Terdapat camp ground yang dibuat berundak-undak. Setiap undakannya muat untuk 2 tenda. Ada shelter kecil, sama seperti pos lainnya. Jika kamu beruntung, kamu akan menemukan satwa khas lawu, yaitu jalak gading mulai dari pos ini.

Pos 3 – Pos 4

Waktu tempuh hingga sampai di pos 4 sekitar 2 jam. Jalurnya menanjak terus, treknya berupa undak-undakan yang cukup melelahkan kaki. Tidak ada bonus hingga sampai di pos 4. Jalur ini adalah jalur paling berat, paling licin, sempit, dan berbahaya karena sebelah kanan trek adalah jurang. Jadi, harus ekstra hati-hati jika sampai di titik ini. Vegetasi yang dilewati juga lebih jarang dari sebelumnya.

Pos 4 Penggik

Area di pos ini tidak terlalu luas dan memiliki vegetasi tidak terlalu lebat . Kondisi tanah di pos ini sedikit miring. Sebelah kanan dari pos ini adalah jurang. Disini tempat yang nyaman untuk istirahat setelah lelah menempuh trek yang berat menuju pos 4.

Pos 4 – Pos 5

Setelah dari pos 4 kita akan menemui jalur berkelok-kelok, yang pada awalnya berupa undak-undakan, tetapi setelah itu jalur tanah biasa. Vegetasi berupa pepohonan hutan ,paku-pakuan, dan semak semak gunung. Waktu tempuh menuju pos 5 sekitar 2 jam. Pemandangan cukup indah karena sudah berada di atas awan.

Pemandangan di perjalanan menuju Pos 5

Pos 5 Bulak Peperangan

Pos ini adalah area sabana luas yang sangat terbuka. Terletak di sebuah lembah yang diapit oleh 2 bukit. Vegetasi di tempat ini berupa padang rumput yang sangat luas. Sebenarnya area ini ideal untuk mendirikan tenda. Tetapi angin di pos ini sangat kencang karena berada di lembah, ditambah tidak pohon yang memecah angin. Sehingga disarankan apabila masih kuat, lebih baik camp bermalam di Gupak Menjangan saja.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pos 5 – Pos 6

Trek berupa sabana luas di lembah bukit, dengan satu-dua tanjakan ringan. Banyak bonus trek datar yang kita dapat. Pemandangan di trek ini sangat indah. Waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

Pos 6 Gupak Menjangan

Area sabana luas yang datar, tetapi tidak seluas pos 5. Terdapat kolam alami yang sangat indah. Disini merupakan tempat favorit pendaki di jalur candi Cetho untuk mendirikan tenda, karena terdapat cukup banyak pohon, sehingga angin di pos ini tidak terlalu kencang. Sangat ideal dan nyaman. Jika tidak mendung, saat malam hari kamu dapat tidur ditemani bintang-bintang.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pos 6 – Hargo dalem

Waktu tempuh 1,5 jam. Masih sama, medannya berupa sabana, baru setelah setengah perjalanan, terdapat tanjakan-tanjakan yang lumayan berat. Namun, kita masih dapat banyak bonus di sini. Vegetasinya juga masih sama. Yang spesial di perjalanan ini yaitu terdapat bunga edelweis di kiri-kanan jalan, yang sangat indah apabila sedang mekar.

Mendekati Hargo Dalem, kamu akan menemui Pasar Setan. Disitu terdapat tumpukan-tumpukan batu dan banyak jalur bercabang. Tetapi sebenarnya jalur bercabang itu menuju arah yang sama. Area ini sangat lekat dengan cerita mistisnya. Banyak pendaki yang mengalami kejadian mistis di Pasar Setan ini. Dipercaya, di malam tertentu ada pasar gaib yang digelar oleh para penunggu Gunung Lawu. Jadi jika kamu sedang camp disini pada malam hari, jangan sekali-kali kamu keluar untuk membeli sesuatu, karena itu adalah dagangan makhluk halus. Konon, jika kamu tidak ingin diganggu, kamu harus meninggalkan barang sesuatu di tempat itu sebagai barter kepada makhluk halus. Tapi ya Allahu Alam.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hargo Dalem

Di Hargo dalem terdapat banyak rumah makansemi permanen, salah satunya warung makan mbok Yem yang legendaris di kalangan pendaki. Cocok buat kamu yang sedang kelaparan dan malas untuk memasak. Menu yang dijajakan di warung itu seperti nasi pecel, mie instan, minuman penghangat, dll. Harganya juga relatif wajar. Di tempat ini juga merupakan pertemuan dari 3 jalur pendakian. Kamu juga akan bertemu dengan petilasan-petilasan kuno dari zaman Brawijaya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hargo Dalem – Puncak

Kamu akan melewati jalur berbatu disertai semak-semak dan pemandangan edelweis di kiri-kanan jalan. Jalur menuju puncak cukup menanjak dengan kemiringan yang cukup curam. Perjalanan yang cukup menguras tenaga. Waktu tempuh menuju puncak sekitar 30 menit.

Puncak Hargo Dumilah

Area lumayan luas di puncak, terdapat tugu ikonik puncak Hargo Dumilah. Dari atas Hargo Dumilah, kita bisa melihat gunung lainnya seperti Merapi, Merbabu, dan gunung-gunung lainnya yang diselimuti oleh lautan awan.Jika sudah sampai puncak, seketika lelah ketika perjalanan akan hilang.

Sungguh keindahan ciptaan Tuhan yang membayar lunas seluruh peluh yang kita keluarkan selama perjalanan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sampai disini dulu pembahasan kami, kalian juga bisa membaca ulasan-ulasan menarik kami yang lainnya. Jangan lupa, let’s make our journey!

Tips
1. Jangan memaksakan diri apabila sudah lelah.
2. Nikmati perjalanan, jangan banyak mengeluh. Semakin banyak mengeluh, lelah di tubuh kita akan semakin terasa.
3. Tempat istirahat sejenak yang direkomendasikan adalah di Pos 3. Tempat bermalam di Dupak Menjangan.
4. Jaga sikap dan tata krama selama pendakian.

Thanks to: Adi M, dkk.
(3/PAL)

Tinggalkan Balasan

Close Menu