Indonesiaku, Surga Duniawi yang Terancam Kelestariannya
Low Angle View Of Indonesian Flag Against Green Landscape

Indonesiaku, Surga Duniawi yang Terancam Kelestariannya

Sobat, apakah kamu tinggal di Indonesia? Dan apakah kau merasa bekewarganegaraan Indonesia? Tapi sudah kenalkah kamu kepada negaramu, tanah airmu sendiri? Bicara mengenai Indonesia memang tiada habisnya. Dari hal-hal mengenai keunikan maupun keragaman budaya yang dimilikinya sampai pada ranah politik.

Indonesia sendiri merupakan negara tropis yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati (biodiversitas) terbesar di dunia. Ribuan keindahan alamnya yang membuat Indonesia sebagai surga duniawi baik oleh turis asing maupun pribuminya sendiri. Kamu sudah menikmati barang sedikit surga duniawi yang dielu-elukan, bukan? Lalu sudah ikut sertakah kamu melestarikannya?

Menurut WWF Indonesia, keanekaragaman hayati Indonesia yang sudah teridentifikasi meliputi 12 persen spesies mamalia, 7,3 persen spesies reptile dan amfibi, serta 17 persen spesies burung dari seluruh dunia. Hutan Indonesia juga memegang peranan penting untuk mempertahankan kestabilan iklim dunia.

Sayangnya, alam yang kita elu-elukan di muka dunia sedang terancam keasriannya. Menurut catatan Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, sedikitnya 1,1 juta hektar atau 2% hutan Indonesia menyusut setiap tahunnya. Ya, bumi manusia kita, alam Indonesia rusak oleh ulah tangan manusia itu sendiri.

Hutan dibakar, dijadikannya perkebunan. Pohon ditebang, dijadikannya perumahan. Rawa pun hilang, dijadikannya pemukiman pula. Satwa dibantai untuk kesenangan semata. Asap hitam mengepul di udara sampai ke negeri orang. Gajah kehilangan gadingnya, orang utan kehilangan rumahnya, ular, harimau, buaya kehilangan kulitnya. Hilang dan mulai punah, lalu manusia berjaya.

Dapatkah kau bayangkan, jika kita menua nanti, dan cucu kita bertanya, “Kakek, gajah itu seperti apa? Kalau badak bercula satu? Di buku ceritaku dituliskan hutan itu hijau dan lembab, benarkah itu?” hanya karena ia tak pernah mendapat kesempatan melihatnya secara langsung?

Haruskah karma datang menyadarkan?

Kerusakan hutan atau selanjutnya disebut deforestasi ini menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup bagi seluruh makhluk hidup. Bayangkan saja jika kedepannya hutan beserta isinya semakin berkurang, mau kemanakah manusia akan bergantung, bahkan untuk udara segar sekalipun? Oleh karena itu konservasi sangat dibutuhkan.

Lalu apakah konservasi itu?

Konservasi berasal dari Bahasa Inggris, conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Sedangkan menurut Michael Allaby (2010), konservasi merupakan pengelolaan biosfer secara aktif yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan keanekaragaman spesies maksimum dan pemeliharaan keragaman genetic di dalam suatu spesies, termasuk juga pemeliharaan fungsi biosfer seperti fungsi ekosistem dan siklus nutrisi.

Di Indonesia sendiri, kebijakan konservasi diatur dalam UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta beberapa turunannya dalam Peraturan Pemerintah (PP).

Konservasi ini hanya dapat benar-benar berhasil jika mendapat dukungan dari seluruh masyarakat. Dapat dimulai dari hal-hal kecil dengan membiasakan diri merawat lingkungan, menaruh perhatian lebih kepada kelangsungan hidup flora fauna, keikut sertaan langsung maupun tidak langsung terhadap usaha pemerintah, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai ekologi.

Sudah cukup paham, bukan? Mari cintai alam kita sebagaimana mencintai diri sendiri dan sampai anak cucu kita nanti.

 

( Pic by Getty Image )

 

Ditulis oleh : Fiola Cindy

Tinggalkan Balasan

Close Menu