Cerita Misterius, Hutan Pinus 6

Cerita Misterius, Hutan Pinus 6

HALO! Kembali dengan Cerita Misterius atau Cerita Horor serial yang dihadirkan kawan-kawan vuvuwawa! Pada bagian ke 6 ini akan terlihat menarik karena akhir cerita akan segera dijumpai! Bagi sobat pembaca setia yang tidak sabar untuk membacanya jangan lupa bagikan ke teman atau beri kami beberapa komentar! Serta jangan lupa kunjungi artikekl kami yang lainnya. Selamat membaca!

“Mas? Buka mata mas.”

Ternyata orang lain yang menepuk pundak saya. Bukan pasangan yang saya amati tadi. Seorang bapak-bapak yang tampaknya paham betul akan tempat ini karena pakaian yang beliau kenakan bukan seperti seorang yang sedang berlibur.

“Ada apa pak?”

“Jangan disini mas, ini ruangan pesanggrahan. Tidak baik mas mendudukinya.”

Badan terasa sangat merinding karena kejadian ini. Saya segera beranjak dari ruangan itu dan bertanya beberapa yang membuat saya penasaran. Khususnya tentang pasangan yang selalu menghantui saya. Memang pasangan tadi tidak terlihat seperti mengikuti, bahkan mereka terlihat seperti menikmati liburan. Tetapi yang membuat saya penasaran sepertinya mereka ingin memberitahu sesuatu.

“Oh begini mas, memang sering kejadian mas waktunya setelah subuh seperti ini. Mereka berdua sering menampakkan diri terlebih pada pasangan yang sedang berliburan disini mas.”

“Loh saya sendiri lho pak.”

“Kalau sendiri biasanya, orang itu sedang kasmaran mas. Mereka hanya memberi pesan untuk menjaga pasangannya mas.”

“Karena dulu kejadian tepat di tempat ini, pasangan itu asik berfoto sekaligus menunggu matahari terbit mas. Karena pencahayaan yang minim si cewek terpeleset dan tergelincir jatuh cowoknya juga masuk ke ikut jatuh dengan maksud menyelamatkan pasangannya mas.”

“Tadi mereka seperti tahu keberadaan saya pak?”

“Oh mas lihatnya mereka masih dibelakang ya? Itu makam mereka, memang betul mereka akan mengarah kesini, ke arah mas. Pasangan itu akan mereka adegan ulang ketika jatuh mas. Beberapa wisatawan malah terjebak ingin menyelamatkan mereka, tapi malah mereka yang celaka. Untung saya datang mengingatkan sampeyan.”

Bapak ini banyak memberitahu tentang tempat ini. Katanya dulu hutan ini sering digunakan untuk tempat menenangkan diri atau dalam istilah lainnya semedi. Kata bapak lagi kalau datang menjelang magrib tempat ini akan melihatkan warna emas dari matahari yang sangat indah imbuhnya lagi bukan matahari terbenam tetapi bias dari cahayanya saja, tepatnya berada di depan pesanggrahan. Tapi bapak tadi mengingatkan jangan pulang setelah magrib tiba. Karena Kawasan bawah bukit banyak makhluk yang jahat. Walaupun saya tidak terlalu percaya dengan hal seperti ini, tetapi hari ini saya percaya.

“Coba mas lihat ke depan ada matahari yang sedang menyapa kita.”

Memang benar, ini sangat menakjubkan! Tak lama kemudian bapak itu memberitahu sesuatu tetapi tidak terlalu saya pedulikan karena pemandangan yang indah ini.

Sepertinya bapak tadi memberi sesuatu yang sangat penting, yang saya dengar hanyalah “murid, pamit.” Mungkin beberapa pesan yang dia sampaikan. Melihat bapak tadi saya merasakan sesuatu yang aneh. Pertama, bapak tadi sangat wangi tetapi seperti wewangian bunga. Kedua, bapak tadi terlihat sering tersenyum dan wajahnya sangat berseri. Ketiga, yang paling aneh setelah berpamitan sekejap bapak tadi menghilang begitu saja. Tetapi biarlah yang penting sudah nampak cahaya matahari yang menghapuskan segala ketakutan.

Setelah puas dengan ini semua, saya teringat dengan teman saya yang ada di bawah. Langsung saja saya turun bukit untuk melanjutkan cerita pekan depan.

Bang Toms

Feel good for blogging, travelling, and camera.

Tinggalkan Balasan

Close Menu