Cerita Misterius, Hutan Pinus 5

Cerita Misterius, Hutan Pinus 5

Halo! setelah mendapat animo yang cukup menginginkan untuk diupload cerita ini, akhirnya terupload juga. Karena cerita untuk yang ke 5 sampai selesai ini akan cukup menguras hati dan pikiran, admin sarankan untuk baca diruangan dengan pencahayaan yang terang ya! Serta bagian ke 5 sampai selesai ini akan menjadi bagian paling misterinya! Baca pengantarnya pada bagian sebelumnya ya! Selamat membaca!

Pasangan misterius.

Pasangan tadi mendekat dan tidak terlihat peduli, seperti wisatawan pada umumnya yang sibuk untuk berfoto. Tidak bisa saya jelaskan bagaimana raut wajah pasangan ini karena mereka selalu membelakangi posisi kami. Mendekat tapi dengan wajah merunduk menatap kebawah dan berjalan ke menuju atas hutan. saya penasaran dengan pasangan ini. ingin rasanya saya kejar dan saya ikuti tetapi Imam sedang cidera kakinya, tidak mungkin saya tinggalkan.

“Kok diem aja tu pasangan?” Tanya Imam dengan penasaran.

Sedikit setelah kami bercerita tentang pasangan tadi. Imam memutuskan untuk kebawah menyusul teman-teman yang dibawah. Saya memutuskan untuk tetap ke atas karena sudah bulat untuk mencari sunrise yang sudah direncakan sejak awal. Tidak ada sedikitpun keraguan walau diawal cerita kami, menyimpan banyak sekali kejadian yang menurut kami kurang mengenakkan. Imam berjalan pincang turun kebawah. Saya lambaikan tangan ucapan sampai jumpa.

Menilik kamera yang tadi sempat rusak fokusnya saya coba gunakan sedikit pengalaman untuk perbaikan kamera. Sedikit saya coba utak-atik daifragma lensa dengan shutter tak perlu waktu yang cukup lama performa kamera sudah oke.

Tempat istirahat.

Saya berjalan ke atas. Terus mengabadikan kanan ataupun kiri saya tidak menyadari bahwa kabut berangsur menghilang. Setelah beberapa meter menuju ke atas terlihat ada tempat istirahat. Kebetulan sekali cocok juga untuk mengambil foto panorama hutan disini. Di tempat istirahat itu saya tidak sendiri ada beberapa orang lagi istirahat. Ada petilasan atau makam ternyata disini, yang 3 merupakan makam yang 1 merupakan sebuah batu besar dengan bungkus kain putih, tidak terlalu jelas itu makam atau petilasan entah karena pengetahuan saya yang kecil atau memang sengaja tidak diberi identitas. Di tempat istirahat itu saya mulai ragu, bukan karena makam atau petilasannya tetapi pasangan yang sempat saya lihat bersama Imam tadi terlihat berfoto di belakang bangunan tempat saya istirahat tepatnya di belakang makam. Anehnya mereka foto tetapi dengan background yang menurutku kurang bagus serta ini terlalu gelap dan tidak menggunakan flash. Ada rasa sedikit takut dan penasaran dengan pasangan ini. Dengan pencahayaan yang minim sangat susah mengenali wajah pasangan ini, terlebih mereka berfoto di ruang yang tampak tertutup.

Ingin mendekat menemui pasangan yang sedang berfoto itu. Tetapi badan terasa sangat berat untuk diangkat, badan mengisyaratkan hanya sudi untuk mengintip melalui rongga-rongga ruangan dalam bilik ini. Pasangan itu terlihat sangat harmonis dan senang. Walaupun demikian rasa takut terus menyelimuti terlebih ketika mereka mendekat ke bilik ini. Kurasa mereka sudah sangat lelah. Hal demikian sangat wajar karena kurasa mereka sudah bersenang-senang dari bawah. Semakin mendekat, sekarang badan ini terasa sangat ringan  untuk diangkat mengisyaratkan harus sudi untuk segera pergi dari tempat istirahat itu. Tetapi saya menolak, saya ingin melihat raut wajah pasangan ini agar bisa bercerita kepada Imam. Terlihat mereka berhenti diantara makam dan melihatnya cukup lama. Jantung terasa begitu cepat berdetak. Terus-terusan saya meneguk air ludah sampai perut terasa sudah kembung.

Setelah dengan seksama saya memantau mereka melihat makam itu. Dengan kompak mereka mengalihkan pandangan ke saya. WTF! Saya memejamkan mata dan berdoa berbalik arah tidak berani melihat lagi. Berharap mereka tidak menyadari bahwa dari tadi amati.

Pundak saya terasa disentuh oleh tangan dan seseorang menyapa saya.

“Mas?”

Saya tidak mendengarkan ada langkah kaki yang mendekat, darimana orang ini? atau jangan-jangan?! Saya coba mencoba membuka mata dan sepertinya cerita ini berlanjut di post yang akan datang.

Cerita Misterius Hutan Pinus

Tinggalkan beberapa saran pada kolom komentar, agar cerita berikutnya segera terupload! Salam hangat, Bang Toms!

Bang Toms

Feel good for blogging, travelling, and camera.

This Post Has 2 Comments

  1. Wagelasiihhh, mantab bang:”

    1. Terus ikuti sampai bagian terakhir 🙂

Tinggalkan Balasan

Close Menu