Cerita Misterius, Hutan Pinus 4

Cerita Misterius, Hutan Pinus 4

Halo GEZZ!! Melanjutkan cerita yang lalu, lanjutan ini begitu singkat karena lanjutan seri ke 5 akan sangat mengejutkan. Kami sarankan untuk membaca dari awal bagi yang belum membaca. Selamat membaca!!

Kaki Imam

“aku nyerah aja, nggak kuat ini kaki,” Imam berbicara dengan nada lirih.

“jangan gitu mam, sendiri dong nanti,” ada-ada saja ini Imam kakinya tidak bisa berjalan lagi, mungkin karena capek atau memang tidak mau melanjutkan.

Saya mulai takut dengan keadaan, harus memilih untuk lanjut tanpa seorang pun atau harus berhenti dan memilih untuk kembali pulang tanpa hasil sedikitpun.

“yang bener ini mam, sudah nanggung ini,”

“jalannya nanjak, nggak bisa kakiku,”

Saya memutuskan untuk beristirahat saja, menemani Imam karena tidak mungkin Imam sendirian ditempat seperti ini. Mungkin kalau saja saya tinggal diatas pun saya belum tentu mendapat sunrise yang saya inginkan, lebih baik istirahat sekalian menunggu teman yang ada dibawah.

Menit demi menit berlalu, bukan kabut semakin menghilang tetapi terlihat tetap tebal disini, seperti ingin melakukan suatu hal untuk mengisi waktu tetapi bingung. Saya putuskan untuk mencoba test kamera saya untuk mengambil beberapa gambar disekitaran hutan yang lebat. Bukan gambar yang bagus tetapi fungsi fokus pada kamera seakan rusak karena sudah saya coba dalam keadaan manual maupun auto fokus tetapi sama saja. Saya coba untuk foto kearah vertikal, tepatnya foto keatas. Alhasil gambarnya cukup fokus, pikir saya hal tadi hanyalah sedikit rusak pada kamera tidak ada hubugannya dengan sesuatu hal.

“Mam, udah lama ini kita nunggu mereka,”

“Iya, mungkin keasyikan tidur,” jawab Imam dengan sedikit muka lesu dan pucat.

Pikiran saya sudah mulai memikirkan hal yang tidak-tidak, sedikit terbesit untuk sedikit berbicara kotor atas kesialan yang kami dapati di lokasi sekitar. Berselang sedikit, Imam merasakan mual setelah minum air. Bergegas kubantu Imam.

“Kamu kenapa mam?” tanyaku ke Imam dengan penuh perhatian.

“Dari tadi udah mual,”

“Kok enggak bilang kamu,”

“Malu sama temen yang lain,”

“Kenapa sih kita sial banget ini hari,”

“Jangan omong kaya gitu,”

Setelah beberapa menit berbincang dengan imam, ada seperti sepasang seseorang datang dari arah berlawanan. Pikirku awal mungkin ada hal janggal lagi yang aku alami. Tetapi setelah mencoba berpikir positif mungkin itu hanyalah pasangan yang sedang berlibur ke kawasan hutan ini. Anehnya mereka terlihat seperti tidak mesra karena tidak saling berdialog satu sama lain, semakin lama semakin mendekati kami walau sangat lama saya rasa. Yang benar saja, cukup mengejutkan ternyata pasangan tadi terlihat tidak menyenangkan untuk bersambung di minggu depan.

Jangan lupa untuk komen agar cerita ini terus berlanjut 🙂

Bang Toms

Feel good for blogging, travelling, and camera.

Tinggalkan Balasan

Close Menu